Breaking News
Loading...
Senin, 21 April 2014

Mary Farrag

Awalnya Mary Farrag penganut Lutheran. Ini karena, keluarganya merupakan penganut fanatik. Pada usia 17 tahun, ia meninggalkan keluarganya. Saat itu, ia tidak lagi ke gereja karena terlalu sibuk bekerja. 

Suaminya pun penganut agnostik. Hilang sudah interaksi Marry dengan agama. Suatu ketika, ia berinteraksi dengan seorang Muslim via jejaring sosial, Freetel. Ahmed, demikian nama Muslim yang berkenalan dengan Mary. Ahmed mengaku berasal dari Mesir. 

Keduanya mulai berinteraksi secara intens. Selama enam bulan berkomunikasi, mulailah tumbuh rasa cinta dari diri Mary. Ia pun memutuskan mengunjungi Ahmed selama sebulan. "Waktu itu, kami benar-benar cinta. Kami tidak pernah membayangkan bisa berlanjut," kata dia.

marry farrah


Selama di sana, Mary mengunjungi banyak tempat, seperti Kairo dan Alexandria. Saat itu, Mary masih tidak tahu banyak soal Islam. Namun, kunjungannya ke Mesir menyisakan satu hal penting. Ini merupakan titik awal perjalanan Mary menuju Islam.

Mary yang sudah menjadi istri Ahmed, bertemu dengan seorang perempuan Muslim bernama Aminah. Saat itu, Mary bekerja sebagai penagih uang sewa rumah. "Ketika bertemu, Aminah berkata pada saya. Kamu banyak berubah," kata dia.

Pertemuan ini membawa Mary bertemu dengan Rashida. Ia seorang mualaf. Interaksi pun berlanjut. Mereka mulai lebih sering bertemu. Mulailah muncul rasa ketertarikan Mary pada Islam. Ia pun tak menunggu lama untuk mempelajari Islam. 

"Saya bertanya pada suami, saya ingin menjadi Muslim. Lalu, Suami mengatakan tidak bisa melakukannya, alasannya masalah itu adalah urusan Anda dan Allah," kata dia.

Tiga hari setelahnya, mary menelpon Rashida. Di telepon itu, Mary mengutarakan niatnya untuk menjadi Muslim. Mendengar permintaan Mary, Rashida menangis. Ia pun meminta Mary datang kerumahnya sembari membawa jilbab. 

"Saya ucapkan dua kalimat syahadat, lalu saya hubungi suami saya dengan mengucapkan ulang dua kalimat syahadat," kata dia.

Ahmed pun menangis. "Alhamdulillah, saya bersyukur dan senang kepada Allah untuk membimbing saya ke jalan yang lurus," kata dia.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer